Banner Portibi
Banner Portibi
Banner Portibi
Banner Portibi
Banner Portibi

Darul Mursyid Buka Penerimaan Peserta Didik Baru Januari 2018

TAPSEL (Portibi DNP): Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid (PDM) yang beralamat di Sidapdap Simanosor Kabupaten Tapanuli Selatan telah membuka Penerimaaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tahun Ajaran 2018/2019 sejak tanggal 01 Januari 2018 mendatang dengan menggunakan sistem kuota yang terbatas yakni hanya untuk 240 (dua ratus empat puluh) orang dan akan ditutup saat kuota terpenuhi. Hal ini disampaikan oleh Ali Ibrahim Kepala MTs Darul Mursyid kepada Portibi DNP, Kamis (28/12).
Ali Ibrahim Siregar menambahkan bahwa panitia sudah mulai disibukkan dengan pertanyaan calon orangtua peserta didik baru yang berencana mendaftarkan anaknya di PDM. Ada yang berkunjung langsung ke PDM dan ada yang bertanya lewat telepon genggam atau hotline.
“Alhamdulillah, kita melihat animo masyarakat untuk mendaftarkan anaknya ke PDM telihat cukup bagus. Ini dibuktikan dengan datangnya beberapa tamu yang berkunjung langsung ke PDM dan sebagian yang lain melalui telepon seluler. Maka kita sampaikan bahwa pendaftaran akan dimulai sejak tanggal 01 Januari 2018.” Katanya
Ali Ibrahim juga menyampaikan bahwa PDM hanya menerima peserta didik baru untuk tingkat MTs saja dan tidak menerima siswa untuk Madrasah Aliyah karena untuk bisa melanjut ke tingkat MA Darul Mursyid harus dari tamatan MTs Darul Mursyid. “PDM tidak menerima siswa pindahan dari sekolah manapun, termasuk untuk Aliyah Darul Mursyid hanya menerima tamatan MTs-nya sendiri. Ini merupakan sikap dan komitmen kami demi menjaga kualitas pendidikan kami di PDM. Memang kebijakan ini adalah keputusan yang berani di banding dengan sekolah lain, dan tidak banyak sekolah yang berani menerapkan hal tersebut, terutama sekolah yang menerapkan boarding school atau berasrama. Semua itu dimaksudkan demi mewujudkan kualitas pendidikan yang bermutu dan berkualitas.” Pungkas Ali Ibrahim Siregar, M.Pd
Pada saat yang sama Jafar Syahbudin Ritonga, DBA sebagai Direktur PDM mengatakan bahwa PDM tetap mengutamakan pelayanan pendidikan sehingga semua kebijakan harus mengacu pada proses peningkatan kualitas pendidikan. Hal tersebut menurutnya bisa dilihat dengan pembatasan jumlah siswa yang diterima setiap tahun pembelajaran.
“Tahun Pembelajaran 2018-2019, PDM menerima 240 (dua ratus empat puluh) orang saja. Ini sebagai standar yang telah ditentukan oleh PDM dan disesuaikan dengan fasilitas, pelayanan serta efektifitas lembaga pendidikan yang ideal. Kami mengukur kemampuan dan efektifitas sebuah lembaga pendidikan yang baik. Atas dasar itulah PDM menetapkan bahwa jumlah maksimal peserta didik sebanyak seribu orang, tidak boleh lebih. Maka kondisi jumlah peserta didik di PDM insya Allah akan selalu stabil.” Ungkapnya.
Jafar yang juga merupakan Ketua Umum Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga (Yaspenhir) yang mengelola PDM menyatakan bahwa PDM sangat menjaga kualitas dan mutu pendidikannya serta penyediaan fasilitas pendidikan yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. Demikian juga halnya dengan kurikulum yang dikembangkan di PDM adalah perpaduan antara Kurikulum yang ditetapkan pemerintah ditambah dengan beberapa materi pelajaran ke-pesantrenan.
“PDM memang dibangun dengan konsep pesantren modern yang diproyeksikan menjadi penghasil calon intelektual muslim yang mandiri untuk masa mendatang. Memang berbeda dengan pesantren pada umumnya, tapi perbedaan tersebut lebih pada pengelolaan dan manajemen yang lebih modern. Disamping itu PDM merupakan salah satu pelopor pesantren yang fokus pada prestasi dibidang sains dengan dilandasi pendidikan Islami dan penanaman karakter serta doktrin ibadah membumi. Kami yakin pesantren dengan konsep PDM sangat dibutuhkan generasi sekarang dan mendatang seperti yang telah pernah berjaya pada masa Daulah Abbasiyah dulu. Pesantren model salafi sudah banyak, maka kami memilih model pesantren modern. Masyarakat silahkan memilih, tujuan kita sama mencerdaskan anak bangsa dengan mengambil spesifikasi masing-masing.” Pungkas Jafar Syahbuddin Ritonga, DBA yang juga merupakan dosen Pascasarjana di salah satu Universitas swasta di Medan. PD 03

Facebook Comments

Related posts