Banner Portibi
Banner Portibi
Banner Portibi
Banner Portibi
Banner Portibi

Pembahasan RAPBD Madina 2018 ‘Dipaksakan’, Dana Rp 1,6 Triliun Dibahas 4 Hari

PANYABUNGAN (Portibi DNP) : Sejumlah masyarakat menyoroti pembahasan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Mandailing Natal TA 2018 yang bisa dibahas anggita DPRD Madina hanya selama 4 hari.Seperti yang disampaikan.oleh Pemerhati pembangunan Kabupaten Mandailing Natal Marzuki Lubis, dimana dia mengatakan bahwa sangat salut melihat kinerja anggota DPRD Mandailing Natal yang bisa membahas anggaran sebesar Rp 1,6 triliun lebih hanya dalam waktu empat hari.
“Memang kita sangat salut melihat kejeniusan anggota DPRD Madina yang hanya dalam empat hari bisa membahas anggaran se besar itu,” katanya kepada wartawan di Panyabungan, Jum’at (29/12). Dijelaskannya bahwa dia ragu dengan apa yang diajukan oleh para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Kabupaten Mandailing Natal tidak benar benar persoalan yang dibutuhkan oleh masyarakat. “Bagaimana pembangunan yang ada di Kabupaten Mandailing Natal ini berjalan dengan baik sesuai dengan harapan masyarakat, kalau anggota DPRD yang tergabung di dalam masing masing komisi kalau apa yang diajukan oleh masing masing OPD tidak dilakukan peninjauan ke lapangan,” terangnya.
Lebih lanjut disampaikannya bahwa berarti seluruh anggota DPRD Madina sudah luar kepala apa yang diinginkan oleh masyarakat Mandailing Natal.”Saya yakin di dalam pembahasan RAPBD Madina TA 2018 pada tingkat Komisi anggota Komisi yang ada di DPRD Madina hanya seperti oaduan suara saja, dan tidak melakukan penelitian secara mendalam tentang apa-apa program yang akan dilaksanakan olrh OPD nya, hal ini sudah terjadi pada APBD 2017 dimana anghota DPRD tidak mengetahui adanya pengadaan HP di salah sati instansi yang ada di Prmkab Mandailing Natal, ini merupakan salah satu contoh buruk dan merupakan pengalaman yang berharga,” ahirinya.
Salah seorang anggota DPRD Madina dari dari Partai BulanBintang (PBB) Sayahriwan Nasition (Kocu) yang dihungi melalu telepon selulernya mengatakan bahwa pembahasan RAPBD Mandailing Natal terkesan sangat dipaksakan. “Saya secara pribadi mengatakan bahwa pembahasan RAPBD Madina TA 2018 ini sangat tidak wajar, karena apakah mungkin dana yang 1,6 Trilliun tersebut selesai dibahas dalam empat hari, tentu sangat tidak mungkin,” katanya.Untuk itu Kocu mengatakan bahwa fia tidak pernah mau ikut untuk membahas RAPBD tersebut, karena tidak sesuai dengan meknusme lagi.”Saya sebenarnya bukan ke luar kota, namun melihat kondisi yang terkesan dalam pembahasan RAPBD Madina TA 2018 ini sangat dipaksakan makanya saya tidak mau ikut untuk membahasnya,” sebutnya.
Bagaimana kita bisa membahas apa yang akan dilaksanakan oleh OPD yang ada di Komisi kita kalau hanya dalam waktu pembahasan di tingkat Komisi hanya dua hari. “Bagaimana kita mau turun ke lapangan untuk melihat apa yang diajukan oleh OPD tersebut sudah sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat kalau hanya diberikan waktu hanya empat hari sejak paripurna nota pengantar APBD Madina TA 2018,” ahirinya.
Berdasarkan informasi yang berhasil di himpun di gedung DPRD Madina Paripurna pengambilan keputusan APBD TA 2018 akanpada hari Jum’at 29 Desember 2017 pada pukul 16.00 Wib namun berdasarkan informasi yang berhasil di himpun paripurna pengambilan keputusan diundur hingga pada pukul 20.00 Wib. PD03.

Facebook Comments

Related posts